Modul PKP Berbasis Zonasi Seni Budaya SMP

Dalam hal ini telah dibagikan Paket unit Pembelajaran (Modul) Untuk Program Kompetensi Pembelajaran (PKP) Guru SMP Mata pelajaran Seni Budaya Edisi 2019/2020.


Peningkatan kompetensi pembelajaran (PKP) Berbasis zonasi mata pelajaran Seni Budaya Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mempelajari materi Pemeranan. 

Pemeran dalam seni teater merupakan elemen penting guna mewujudkan peristiwa budaya di atas panggung, untuk itu pemeran sebelum memasuki peranannya harus menguasai badannya secara nyata. Pada tahap demikian pemeran harus ikhlas belajar demi pencapaian kualitas badan secara menyakinkan agar enak ditonton. Pemeran dalam belajar menguasai tubuh dan jiwanya memerlukan waktu yang panjang dan secara kontinyu serta tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Pada tahap penguasaan tubuh ini seorang pemeran juga harus bersabar dan tidak boleh ada rasa jenuh.

Bagi seorang pemeran penguasan tubuh dan jiwanya sangat penting karena ini merupakan sebagai landasan kerja penciptaan peran dalam fragmen. Penguasaan tubuh dan jiwa ini terwujud dalam serangkaian latihan penguasaan tubuh, suara dan jiwanya (olah rasa). Selain dituntut untuk menguasai tubuh dan jiwanya, seorang calon pemeran juga dituntut mempelajari dan melatih diri secara teknik. Latihan teknik pemeranan sangat penting karena pemeran adalah yang menciptakan peran yang digariskan oleh penulis naskah lakon, sutradara dan dirinya sendiri. Dalam pembelajaran pemeranan fragmen ini juga akan dipelajari teknik pemeranan untuk menunjang penampilan peran di atas panggung juga untuk menghidupkan peran tersebut. Dengan pembelajaran dan penguasaan tubuh, jiwa serta teknik pemeranan, maka diharapkan seorang pemeran tersebut dapat mewujudkan peran dan memainkan peran tersebut dalam pemeranan fragmen.

Secara harfiah fragmen berarti cuplikan, bagian atau penggalan sebuah cerita. Meskipun merupakan cuplikan dari sebuah cerita, fragmen tetap memiliki pesan tertentu yang hendak disampaikan serta mempunyai jalinan cerita yang utuh dan selesai. Artinya, fragmen dapat dijadikan sebuah pementasan tersendiri tanpa harus menunggu kelanjutan cerita berikutnya. Dengan pengertian bahwa fragmen dapat berdiri sendiri maka naskah-naskah fragmen sengaja diciptakan tanpa harus menuliskan cerita atau kisah secara keseluruhan terlebih dahulu baru kemudian mencupliknya.

Pemeranan dalam fragmen penting untuk dipelajari, sebagai sarana untuk melatih pemeranan yang lebih besar. Seperti diketahui sebelumnya, bahwa fragmen adalah pecahan dari sebuah naskah lakon besar dan dimainkan secara mandiri. Jadi ketika akan memainkan naskah lakon yang lebih besar, pemeran sudah menjadi terbiasa berperan, karena terbiasa berperan dalam fragmen.

Silahkan lihat di bawah ini:

Download:
  • Modul PKP Berbasis Zonasi Seni Budaya SMP | Download
Silahkan hubungi kami
Jika Anda tidak bisa download file di Operatorsekolahdbn.com klik disini Download atau Jika Anda ingin berparsipasi dengan Donasi kepada kami. Dana hasil dari donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.operatorsekolahdbn.com - Terimakasih.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel